Strategi Pengelolaan USAHA Kewirausahaan

Posted on
Strategi Pengelolaan USAHA Kewirausahaan ~  Memperoleh keuntungan adalah salah satu tujuan atau cita-cita para pengusaha untuk meraih kesuksesan. Selai itu setiap Perusahaan ataupun pengusaha juga ingin memberikan kepuasan kepada komsumen atas produk yang di hasilkannya, karena kepuasan konsumen itu menjadi tolak ukur keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh para konsumen.

  Pemasaran merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang dan sampai saat ini pemasaran sangat memengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk bisa bertahan. Maka dari itu, diperlukan strategi pengelolahan usaha dan pemasaranyang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam memasarkan produk. Apabila strategi ini di laksanakan dengan baik, maka akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan.

strategi usaha


A. Ilmu Menjual

 1. Pengertian
  Kalian harus paham apa itu “ilmu menjual“. adalah ilmu dan seni memengaruhi pribadi yang dilakukan oleh penjual untuk mengajak orang lain agar bersedia membeli barang/jasa yang kita tawarkan. Dalam melakukan penjualan, penjual harus memiliki bakat atau keahlian untuk merayu orang lain. Pengetahuan menjual dapat dikatakan sebagai ilmu, karena mendidik kita secara teoritis dan melaksanakannya dalam praktek. Jadi, antara teori dan praktekmerupakan suatu hal yang tidak bisa dipisahkan, sebab jika keduannya tidak di terapkan maka akan menemui berbagai kesulitan dan mungkin akan gagal usahanya.

2. Objek ilmu menjual

  •  Penjual
    Sebelum melakukan penjualan barang atau jasa harus mengenali keadaan dirinya terlebih dahulu yaitu menyangkut keadaan fisik (pendengaran, pengelihatan, gaya bahasa, penampilan) Hal ini akan mempermudah dan memperlancar penjual dalam menghadapi para konsumennya.
  • Barang atau Jasa yang di jual
    Seorang penjual harus bisa mengenali dan mengetahui terlebih dahulu barang dan jasa yang akan dijual, seperti sifat, kegunaan, dan spesifikasi yang ditawarkan. Sehingga pembeli akan lebih yakin terhadap barang atau jasa yang akan di belinya.
  • Keadaan Pembeli atau pelanggan
    pelanggan merupakan jiwa perusahaan, sehingga harus diperlukan seperti halnya raja, artinya mereka harus mendapat pelayanan yang baik.
3. Sikap Penjual
Sifat sifat penjual yang baik dan berhasil dalam penjualan barang atau jasa adalah yang disenangi para pembeli. Sifat sifat penjual tersebut antara lain :
  • Pengetahuan tentang diri sendiri
  • Pengetahuan tentang barang-barang yang dijual
  • Pengetahuan tentang pembeli daan pelanggan.
Macam-macam sifat kepribadian penjual sebagai berikut;
  • Penuh inisiatif
  • penuh perhatian
  • tidak putus asa
  • ketajaman daya ingat
  • mudah bergaul
  • periang
  • sopan
  • disiplin
  • bijaksana
4. Teknik – Teknik Menjual
Dalam dunia penjualan ada berbagai macam teori yang berkaitan dengan teknik teknik menjual. Teknik ini mengajarkan bagaimana mengawali dan mengakhiri proses penjualan dengan sukses. Diawali dengan menarik minat hingga memberi kepuasan pembeli terhadap produk yang ditawarkan. Teori tersebut adalah AIDS , yaitu :
  1. Attention (perhatian), penjual harus berusaha agar calon pembeli atau pelanggan memerhatikan penawaran yang dilakukan oleh calon penjual
  2. Interest ( minat ), Penjual harus mengubah perhatian calon pembeli menjadi minat yang semakin kuat.
  3. Desire ( keinginan ), meyakinkan para pembeli dengan menjelaskan keuntungan yang akan didapat oleh konsumen dalam  membeli produk yang ditawarkan serta kerugian yang dialami jika tidak membeli produk tersebut.
  4. Action ( tindakan ), meyakinkan kepada calon pembeli bahwa keputusan untuk membeli produk yang ditawarkan adalah keputusan yang tepat.
  5. Satisfaction ( kepuasan ), bahwa kualitas produk barang yang ditawarkan sesuai dengan apa yang sudah dijelaskan.

B. Aspek Pemasaran

   Biasanya, kegiatan pemasaran sering diartikan sebagai kegiatan penjualan dan promosi. Padahal, sebenarnya pemasaran bukan hanya sekedar melakukan kegiatan penjualan dan promosi saja, tetapi penjualan dan promosi itu hanya merupakan sebagian dari beberapa fungsi pemasaran. Fungsi pemasaran yang sesungguhnya adalah mengidentifikasi kebutuhan konsumen, mengembangkan produk yang tepat, menetapkan harga, melaksanakan distribusi dan promosi yang
efektif, sehingga dapat dikatakan bahwa pemasaran itu merupakan rangkaian aktivitas dari proses sosial.


  Untuk mengetahui potensi permintaan dan penawaran terhadap suatu barang atau jasa, perlu dilakukan penelitian dan jumlah pemasokannya. Perkembangan permintaan dapat diduga melalui perubahan pendapatan, selera, dan tingkah laku pelanggan dalam membeli produk tersebut.

Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melangkah pada menjual produk barang atau jasa dari perusahaan.

  1. Mengenalkan produk yang ditawarkan
    Spesifikasi produk yang akan dibuat dan sasaran pasarnya harus terurai dengan jelas. Ciri manfaat suatu produk akan membantu untuk membedakan dari produk pesaing. Uraian spesifikasi produk yang jelas akan memudahkan dalam menghitung kebutuhan bahan baku yang digunakan. Sementara itu, segmen pasar dan target pasar yang jelas akan membantu dalam penyusunan program pemasaran.
  2. Mengetahui perkembangan permintaan dan prospek
    Hal ini perlu diketahui, guna mendapatkan hal tersebut harus dilakukan penelitian pasar melalui perkembangan penjualan produk atau jasa sejenis yang dipublikasikan dalam berbagai laporan dan penelitian lapangan tentang selera atau keinginan terhadap produk. Proyeksi permintaan harus dibuat untuk beberapa tahub kedepan, Setidaknya untuk jangka waktu 5 tahun atau disesuaikan dengan unsur peralatan utama yang digunakan.
  3. Mengetahui perkembangan penawaran.
    Informasi tentang perkembangan penawaran dapat diamati dengan volume produksi atau melalui kapasitas produksi terpasang perusahaan sejenis yang sudah ada di pasar.
  4. Mengetahui market space dan market share
    Adanya kelebihan volume permintaan terhadap penawaranya menunjukan ruang pasar yang dapat dipenuhi. Ruang pasar yang cukup besar menunjukan indikasi bahwa pembangunan proyek untuk memenuhi permintaan tersebut layak untuk dilaksanakan.

C. Jenis – jenis Penjualan

Ada beberapa jenis penjualan menurut Basu Swasta antara lain sebagai berikut :
  1. Trade Selling
  2. Missionary Selling
  3. Technical Selling
  4. New Businness Selling
  5. Responsive Selling
Harus diingat bahwa penjualan merupakan salah satu bagian yang penting dalam perusahaan. Oleh karena itu, sebuah perusahaan yang berhasil adalah perusahaan yang dapat melakukan penjualan dengan sukses tanpa adanya keluhan dari pembeli mengenai produknya.

Lalu bagaimana cara menjual produk ke konsumen agar sukses?

Berikut adalah kiat-kiat yang dapat ditempuh untuk dapat meningkatkan penjualan produk barang atau jasa perusahaan.
  1. Berikan bonus gratisan pada pengunjung. bisa berupa produk informasi, produk-produk tertentu. Tidak ada orang yang tidak suka diberi gratisan.
  2. Promosikan produk lewat media seperti televisi, radio, internet, banner.
  3. Update produk. Sesuaikan produk dengan perkembangan kebutuhan dan selera konsumen. 
  4. Ybah harga produk. Tidak selalu harga yang lebih murah membuat produk lebih laris. seringkali, dalam pikiran pembeli berkeyakinan bahwa produk yang lebih mahal mutunya selalu lebih baik dan berkualitas.
  5. Bangun citra sebagai seorang pakar. Orang akan lebih mudah percaya saran kita jika kita ahli dalam bidang berniaga.
  6. Tingkatkan kualitas pelayanan. Bersikap ramah kepada konsumen, layani pengunjung dengan sebaik mungkin.
  7. Buatlah logo dan slogan yang mudah diingat. Gunakan logo yang sederhana tapi unik. Hal ini bertujuan agar konsumen ketika melihat logo maka segera teringat pada produk kita.

D. Menetapkan Harga Jual

Harga adalah nilai barang atau jasa yang diungkapkan dalam satuan rupiah atau uang yang lainnya. Dalam dunia pemasaran, harga merupakan salah satu faktor penting  yang mempengaruhi pemasaran suatu produk. Tinggi rendahnya harga selalu menjadi perhatian utama para konsumen saat mereka mencari suatu produk. Sehingga harga yang ditawarkan menjadi bahan pertimbangan khusus, sebelum mereka memutuskan untuk membeli barang maupun menggunakan jasa.

Maka dapat disimpulkan bahwa harga jual dapat dipandang dari dua sisi, yaitu : pembeli dan penjual. Dari sisi pembeli, harga jual ditentukan oleh besarnya permintaan dan penawaran dipasar, sedangkan dari sisi penjual, harga ual ditentukan oleh jumlah biaya yang sudah dikeluarkan untuk menghasilkan produk tersebut ditambah dengan laba yang diharapkan.


Demikian sedikit Ilmu/Materi Kewirausahaan yang sederhana tentang Strategi Pengelolaan USAHA Kewirausahaan
Semoga Bermanfaat bagi Pelajar di seluruh Indonesia..
Jangan Lupa Bagikan Artikel ini ke Facebook , Twitter , Google+ dan Sosial Media Lainnya


Terima kasih dan BERKEMBANGLAH TERUS PELAJAR INDONESIA ! ^_^