Perbedaan Masa Pemerintahan Orde Baru dengan Masa Reformasi

Posted on
Perbedaan Masa Pemerintahan Orde Baru dengan Masa Reformasi

Negara Indonesia kala dulu memang banyak mengalami perubahan masa pemerintahan, mulai dari presiden pertama Bung Karno yang fenomenal ke seluruh dunia, kemudian presiden kedua yang menjadi ikon topik masa lalu, Pak Soeharto yang pada masanya mengalami polemik kemajuan hingga krisis ekonomi, sampai masa peralihan kedua masa pemerintahan dari kedua presiden sebelum itu. Lalu berbagai polemik yang terjadi itulah yang menjadi faktor penyebab dirubahnya peraturan – peraturan sehingga menjadi ciri khas para pemimpin dalam menjalankan masa pemerintahan.

Ciri – Ciri perbedaan masa pemerintahan Orde Baru dan reformasi :

MASA ORDE BARU :

  1. Praktek KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) merajalela.
  2. Partai politik masih didominasi oleh partai Golongan Karya (Golkar).
  3. Masih dijalakannya dwifungsi ABRI.
  4. Dibatasinya suara, aspirasi, dan pendapat dari rakyat untuk pemerintah.
  5. Sistem pemerintahan dengan sistem sentralisasi (cenderung ke pusat).
  6. Masa pemerintahan untuk sekali pemilu sangat panjang, seperti contohnya pak Soeharto, menjabat selama 32 tahun.

MASA REFORMASI :

  1. Mulai diberantasnya tindak kasus KKN dalam pemerintahan, yang masih berlaku hingga saat ini.
  2. Kebebasan berpendapat sudah dipermudah, rakyat sudah dapat bebas menyalurkan aspirasi dan suara ke dalam pemerintahan.
  3. Sistem pemerintahan menjadi desentralisasi (berpusat ke masing – masing daerah / regional).
  4. Sistem pemilu menjadi lebih terkendali, masa jabatan presiden dalam pemerintahan maksimal 5 tahun dan untuk dua kali periode.
  5. Dihapusnya dwifungsi ABRI agar aparat dapat bekerja sesuai bidang masing – masing (TNI dan POLRI).
  6. Partai politik sudah tidak didominasi oleh satu partai, sudah merata.

Pencarian para pelajar:

  • perbedaan orde baru dan 2017