Thursday, March 23, 2017

Pengertian Peta dan Macam Komponen Peta

Pengertian Peta, jenis peta dan komponen peta

PELAJARZ.ID - Oke pelajar, di pertemuan kali ini Admin akan membagikan materi seputar peta nih, yuk langung simak aja materinya.

Pengertian Peta : Apa sih peta itu ?

Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar yang dibuat dengan perbandingan atau skala tertentu. Bentuk peta bermacam-macam. Ada peta datar, peta timbul dan peta digital.
1. Peta datar yaitu gambar permukaan buminya rata. Dibuat pada sebuah bidang datar seperti kertas, kain, plastik, dan sebagainya.
2. Peta timbul dibuat sesuai dengan kenampakan permukaan bumi aslinya. Peta ini menunjukkan tinggi rendah suatu wilayah.
3. Peta digital dibuat dengan teknologi komputer. Gambarnya dapat ditayangkan melalui monitor.
Contoh peta, peta sederhana
Lembaga pembuat peta adalah jawatan Topografi. Sedangkan sumber data pembuatan peta dapat diperoleh dari Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal). Setiap kantor pemerintahan memiliki peta. Kantor Desa/Kelurahan memiliki Peta Desa/Kelurahan. Kantor Kecamatan memiliki Peta Kecamatan. Kantor Kabupaten/Kota memiliki Peta Kabupaten/Kota.
Kantor Gubernur memiliki Peta Provinsi. Di samping itu juga memiliki Peta Negara yaitu Peta Indonesia. Di dalam peta terdapat berbagai petunjuk dan informasi dari suatu wilayah.

Jenis Peta

Berdasarkan isi informasinya, jenis peta dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu peta umum dan peta tematik.

a. Peta Umum

Peta umum adalah peta yang menggambarkan seluruh kenampakan permukaan bumi. Peta ini memuat berbagai informasi, seperti kenampakan alam maupun kenampakan budaya. Kenampakan
alam antara lain berupa gunung, sungai, danau, pulau, dan laut. Kenampakan budaya, misalnya : batas wilayah, jalan raya, jalan kereta api, kota, bandar udara, pelabuhan, dan sebagainya. Peta umum sering kita temui di sekolah-sekolah. Peta ini dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu peta dunia, peta orografi dan peta topografi.
1) Peta Dunia menggambarkan bentuk dan letak wilayah negara - negara di dunia.
Contoh: Peta Dunia Kenegaraan
Peta dunia kenegaraan
2) Peta Orografi menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi, bercorak umum dan berskala kecil.
Contoh : Peta Kabupaten Klaten
Peta Orografi : Kabupaten Klaten, Jawa Tengah
Peta Orografi : Kabupaten Klaten, Jawa Tengah
Mari kita amati, kita tunjuk dan kita baca informasi yang terdapat pada peta Kabupaten Klaten di atas!
Wilayah Kabupaten Klaten berbatasan langsung dengan:
- sebelah utara Kabupaten Boyolali,
- sebelah timur Kabupaten Sukoharjo,
- sebelah selatan Kabupaten Gunungkidul, dan
- sebelah barat Kabupaten Sleman.
Kabupaten Klaten terdiri atas dua puluh enam (26) kecamatan. Ada jalan kereta api yang membentang dari arah barat daya ke timur laut melewati wilayah kecamatan Prambanan, Jogonalan, Klaten Selatan, Klaten Tengah, Kalikotes, Ceper, Delanggu, dan Wonosari. Dari seluruh
kota kecamatan menuju Ibu kota Kabupaten Klaten dihubungkan jalan raya.

3) Peta Topografi menggambarkan permukaan dan tinggi rendah bumi, yang dilengkapi dengan kenampakan alam dan budaya.
Contoh : Peta Provinsi Banten
Peta Topografi : Provinsi Banten
Mari kita amati Peta Provinsi Banten di atas ini!
Selanjutnya kita baca informasi yang terdapat pada peta tersebut, baik kenampakan alam maupun kenampakan budayanya.
- Wilayah Provinsi Banten berbatasan langsung dengan Laut Jawa di sebelah utara, Selat Sunda di sebelah barat, Samudra Hindia di sebelah selatan, Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat di
sebelah timur.
- Ibu kota Provinsi Banten adalah Serang.
- Wilayah Provinsi Banten terdiri atas Kabupaten Rangkasbitung, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, Kota Serang, dan Kota Tangerang.
- Sungai-sungai di Banten antara lain Ci Ujang, Ci Durian dan Ci Sadane.
- Di Banten terdapat beberapa gunung, yaitu gunung Gede, gunung Karang, gunung Payung, gunung Pulasari, dan sebagainya.
- Propinsi Banten terdapat pelabuhan Merak dan banda udara Soekarno-Hatta.
- Jalan kereta api melintasi kota Cilegon-Banten-SerangRangkasbitung-Pandeglang, dan seterusnya.
- Di sebelah barat kota Serang terdapat danau Rawa Dano.
- Beberapa pulau yang masuk wilayah provinsi Banten antara lain pulau Panditan, pulau Deli, pulau Tinjil, pulau Peucang, pulau Sangiang, pulau Panjang, dan Pulau Tunda.

Wilayah Provinsi Banten juga memiliki beberapa tanjung dan teluk. Tanjung adalah daratan yang menjorok ke laut. Sedangkan teluk adalah laut yang menjorok ke daratan.

b. Peta Tematik

Peta Tematik adalah peta yang menunjukkan tema tertentu. Peta ini memuat jenis informasi tertentu atau khusus, sehingga sering disebut Peta Khusus. Contoh: Peta Peninggalan Bersejarah, Peta Pertambangan, Peta Pariwisata, Peta Suhu Udara dan Curah Hujan, Peta Arah Angin, Peta Fauna, dan sebagainya. Peta Tematik biasanya digunakan oleh pihak tertentu saja. Misalnya Dinas Purbakala atau sejenisnya membuat Peta peninggalan Bersejarah, untuk memberi informasi tentang peninggalan bersejarah yang dapat dituju oleh para peneliti atau wisatawan budaya.
peta peninggalan bersejarah provinsi jawa tengah
Berdasarkan peta tersebut dapat diketahui bahwa provinsi Jawa Tengah memiliki berbagai peninggalan bersejarah, antara lain candi, masjid agung, gereja tua, istana raja, dan monumen-monumen.
Candi terletak di Magelang, Masjid Agung di Demak, Gereja Tua di Salatiga, Istana Raja di Surakarta, Monumen terdapat di Semarang, Tegal dan Purbalingga. Selain tersebut di atas, jenis peta dapat dikelompokkan berdasarkan skala peta. Jenis peta berdasarkan skalanya ada lima macam, yaitu:
a. Peta Kadaster, yaitu peta yang menggunakan skala 1 : 5.000 ke bawah.
b. Peta skala besar, yaitu peta yang menggunakan skala 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000.
c. Peta skala sedang (menengah), yaitu peta yang menggunakan skala 1 : 250.000 sampai 1 : 500.000.
d. Peta skala kecil, yaitu peta yang menggunakan skala 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000.
e. Peta geografi, yaitu peta yang menggunakan skala 1 : 1.000.000 lebih.

Komponen Peta

Peta memiliki komponen-komponen yang harus dipahami oleh para pembaca peta. Komponen peta antara lain, sebagai berikut.
1. Judul
Judul peta biasanya ditulis pada bagian atas peta. Judul peta menunjukkan isi peta. Misalnya peta Kabupaten Klaten, berisi informasi geografis Klaten. Peta Provinsi Banten berisi informasi geografis Banten. Peta peninggalan bersejarah berisi informasi peninggalan bersejarah di suatu tempat.
2. Skala
Skala peta merupakan perbandingan jarak pada peta dengan jarak sesungguhnya. Dengan dicantumkan skala peta, para pengguna peta dapat menentukan jarak suatu wilayah. Pada umumnya peta menggunakan skala angka, skala garis atau skala verbal.
- Skala angka adalah skala yang dinyatakan dalam bentuk angka.
Contoh : Peta Sulawesi dengan skala 1 : 200.000. Artinya jarak 1 cm pada peta menunjukkan 200.000 cm atau 2 kilometer jarak sesungguhnya di muka bumi. Skala angka juga disebut skala numerik.
- Skala garis adalah skala yang dinyatakan dalam bentuk garis, yang terbagi dalam beberapa bagian yang sama.
contoh skala garis
Skala garis di atas berarti jarak 1 cm pada peta sama dengan 5 km di muka bumi. Skala garis juga disebut skala grafis.
- Skala verbal adalah skala yang dinyatakan dalam bentuk kalimat.
Contoh : 1 centimeter ke 1 kilometer. Artinya 1 centimeter di peta sama dengan 1 kilometer di muka bumi.
3. Simbol
Simbol pada peta berupa gambar atau warna tertentu yang digunakan untuk mewakili objek.
Berikut ini simbol gambar yang terdapat pada peta.
contoh simbol dalam peta
Simbol pada peta yang berupa warna, antara lain :
- Warna hijau menunjukkan daerah dataran rendah, yang memiliki ketinggian 0 sampai 400 meter di atas permukaan air laut.
- Warna kuning menunjukkan daerah dataran tinggi, yang memiliki ketinggian antara 400 meter sampai 1000 meter di atas permukaan air laut.
- Warna biru muda menunjukkan daerah perairan dangkal, yang memiliki kedalaman 0 sampai 200 meter di bawah permukaan air.
- Warna biru menunjukkan daerah perairan yang memiliki kedalaman antara 200 meter sampai 1.000 meter.
- Warna biru tua menunjukkan daerah perairan dalam yang memiliki kedalaman 1.000 meter lebih.
4. Garis Astronomis
Garis astronomis adalah garis khayal pada muka bumi. Garis-garis khayal yang mendatar pada peta disebut garis lintang, sedangkan yang tegak disebut garis bujur. Garis lintang dan garis bujur memudahkan para pengguna peta menentukan letak suatu wilayah.
5. Legenda
Legenda adalah keterangan beberapa simbol pada peta. Gunanya untuk memudahkan pengguna peta atau pembaca memahami isi peta. Istilah “Legenda” kadang-kadang diganti dengan “Keterangan”.
6. Mata Angin
Pedoman utama mata angin pada peta mengarah ke atas yang menunjukkan arah utara. Petunjuk arah utara diberi huruf U . Untuk peta yang sudah dilengkapi dengan garis lintang dan garis bujur, gambar
arah mata angin kadang-kadang tidak diperlukan lagi. Di lingkungan sekolah kita sering menjumpai kumpulan beberapa peta yang berbentuk buku. Buku yang merupakan kumpulan peta disebut
atlas. Masing-masing atlas diberi judul sesuai dengan isinya seperti Atlas Jawa dan Madura, Atlas Indonesia, Atlas Dunia, dan sebagainya. Pada halaman muka atlas dicantumkan nama penyusun dan tahun penerbitan atlas. Halaman berikutnya adalah daftar isi yang merupakan petunjuk isi atlas secara urut setiap halaman. Daftar isi terdapat pada halaman awal, sedangkan pada halaman akhir atlas terdapat indeks. 
Indeks adalah daftar kata yang disusun berdasarkan abjad. Fungsi indeks
adalah untuk membantu pembaca mencari letak kota, sungai, gunung, atau objek tertentu di peta.
Seandainya kita ingin mencari letak kota Pare-Pare, maka kita cari abjad P pada indeks. Misalnya pada indeks tertulis Pare-Pare 42, B4, artinya kota Pare-Pare terdapat pada atlas halaman 42, di pertemuan bidang B dan bidang 4. Bidang B di antara dua garis bujur. Bidang 4
berada di antara dua garis lintang.

Kompetensi Dasar : Akikah dan Kurban Menumbuhkan Kepedulian Umat (SMP Kelas IX)

Hakikat Akikah dan Berkurban

A. Kompetensi Inti
KI 1: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI 2: Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI 3: Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,teknologi, seni budaya terkait penomena dan kejadian yang tampak mata.
KI 4: Mencoba,mengolah, dan menyaji, dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodi!kasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/
teori.
B. Kompetensi Dasar
1.4 : Menerapkan ketentuan syariat Islam dalam pelaksanaan penyembelihan hewan.
1.5 : Menunaikan ibadah kurban dan akikah sebagai implementasi dari Q.S. al-Kautsar.
2.6 : Menghargai sikap empati, peduli, dan gemar menolong kaum dhuafa sebagai implementasi dari pemahaman makna ibadah kurban dan akikah.
3.8 : Memahami ketentuan penyembelihan hewan dalam Islam.
3.9 : Memahami hikmah kurban dan akikah.
4.8 : Memperagakan tata cara penyembelihan hewan.
4.9 : Mempraktikkan pelaksanaan ibadah kurban dan akikah di lingkungan sekitar rumah.
C. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu:
1. Mendeskripsikan pengertian penyembelihan hewan dengan benar.
2. Menjelaskan syarat-syarat penyembelihan hewan dengan benar.62 Kelas IX SMP/MTs
3. Menjelaskan tatacara penyembelihan hewan dengan benar.
4. Menjelaskan cara penyembelihan hewan secara mekanik dengan benar.
5. Menjelaskan cara penyembelihan hewan liar dengan benar.
6. Mendeskripkan pengertian akikah dengan benar.
7. Menjelaskan ketentuan hewan akikah dengan benar.
8. Menjelaskan cara pembagian daging akikah dengan benar.
9. Mengambil hikmah pelaksanakan akikah dengan benar.
10. Mendeskripkan pengertian kurban dengan benar.
11. Menjelaskan ketentuan hewan kurban dengan benar.
12. Menjelaskan cara pembagian daging kurban dengan benar.
13. Mendemontrasikan tatacara penyembelihan hewan dengan benar.
14. Mempraktikkan pelaksanaan ibadah kurban dan akikah di lingkungan
sekitar rumah dengan benar.
15. Mengambil hikmah pelaksanakan kurban dengan benar.
16. Menunjukkan contoh perilaku empati, peduli, dan gemar menolong
kaum dhuafa sebagai implementasi dari pemahaman makna ibadah
kurban dan akikah dengan benar.
17. Berperilaku empati dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.
18. Berperilaku peduli dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.
19. Berperilaku gemar menolong dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.
D. Proses Pembelajaran
1. Persiapan
a. Mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa tulisan manual di papan tulis, kertas karton (tulisan yang besar dan mudah dilihat/dibaca, atau dapat juga menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya.
b. Pembelajaran dimulai dengan guru mengucapkan salam dan berdoa bersama, dilanjutkan dengan memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan disesuaikan dengan metode yang akan digunakan.
c. Guru mengajukan pertanyaan secara komunikatif tentang materi sesuai dengan pokok bahasan.
d. Menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Pelaksanaan
a. Untuk menguasai kompetensi ini dengan menerapkan pendekatan sainti!k (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan) sesuai karakteristik materi pembelajaran PAI dan Budi Pekerti. Penerapan pendekatan sainti!k ini, guru dapat mengintegrasikan dan memilih berbagai model/strategi/ metode pembelajaran yang tepat dan sesuai, sehingga mampu menciptakan suasana pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif,
dan menyenagkan, baik secara individual maupun kelompok. Guru disarankan secara "eksibel menerapkan model discovery learning, active learning, cooperative learning, kontekstual, problem based learning, project based learning sesuai tujuan pembelajaran.
b. Proses pembelajarannya sebagai berikut:
1) Guru meminta peserta didik untuk mengkaji di kolom “
Renungkanlah”.
2) Peserta didik mengemukakan pendapatnya tentang hasil kajiannya.
3) Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan terhadap
hasil kajian peserta didik.
4) Peserta didik membaca percakapan dan mencermati gambar yang
ada pada kolom “ Dialog Islami”.
5) Peserta didik mengemukaan isi dari percakapan dan hasil
pencermatan pada gambar tersebut.
6) Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang
dikemukakan peserta didik.
7) Peserta didik melaksanakan kegiatan yang ada di kolom “Aktivitas siswa 1 “ mencermati dan mengamati gambar yang ada pada kolom ketentuan tata cara penyambelihan hewan serta mendiskusikannya.
8) Peserta didik mengemukaan hasil pengamatan, pencermatan dan diskusinya serta memberikan komentarnya.
9) Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang dikemukakan peserta didik tentang hasil pengamatan, pencermatan dan hasil diskusinya tersebut.
10) Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok dan diberikan tugas untuk berdiskusi tentang ketentuan tata cara penyembelihan hewan.
11) Secara bergantian masing-masing kelompok mempresentasikan hasilnya dan kelompok lainnya memperhatikan/menyimak dan memberikan tanggapan.
12) Peserta didik melaksanakan kegiatan yang ada di kolom “Aktivitas Siswa 2” membaca dan mencermati materi tentang ketentuan dan tata cara penyembelihan hewan, membuat atau menyiapkan benda tiruan binatang yang akan disembelih lengkap dengan bagianbagiannya, terutama bagian-bagian leher binatang. dilanjutkan dengan mendemonstrasikan tata cara penyembelihan hewan di
depan kelas.
13) Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang dikemukakan peserta didik tentang materi tersebut.
14) Peserta didik melaksanakan kegiatan yang ada di kolom “Aktivitas Siswa 3“ Mencermati materi tentang ketentuan hewan, pembagian64 Kelas IX SMP/MTs daging akikah dan hikmah akikah dilanjutkan mendiskusikan materi tersebut.
15) Secara bergantian masing-masing kelompok mempresentasikan hasilnya dan kelompok lainnya memperhatikan/menyimak dan memberikan tanggapan.
16) Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang dikemukakan peserta didik tentang materi tersebut.
17) Peserta didik melaksanakan kegiatan yang ada di kolom “Aktivitas Siswa 4 “ mencermati materi tentang ketentuan hewan, pembagian daging kurban dan hikmah kurban dilanjutkan mendiskusikan
materi tersebut.
18) Secara bergantian masing-masing kelompok mempresentasikan hasilnya dan kelompok lainnya memperhatikan/menyimak dan memberikan tanggapan.
19) Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang dikemukakan peserta didik tentang materi tersebut.
20) Guru membimbing peserta didik membaca kisah teladan ”Sepasang Sepatu Orang Bijak”.
21) Peserta didik mengemukakan pendapatnya tentang hikmah dari kisah tersebut.
22) Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan terhadap kisah tersebut.
23) Guru meminta peserta didik untuk memberikan tanggapan terhadap pernyataan-pernyataan yang ada pada kolom” Reeksi Akhlak Mulia”.
24) Guru membimbing peserta didik untuk melaksanakan kegiatan yang ada di kolom “Aktivitas siswa 5”, membaca kisah teladan ”Kisah Unta dan Pemiliknya”, dan mendiskusikannya.
25) Peserta didik menceritakan kembali secara langsung atau disajikan dengan bentuk sosiodrama dan menyampaikan hikmah dari kisah tersebut.
26) Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan terhadap kisah tersebut.
27) Guru dan peserta didik menyimpulkan intisari dari pelajaran tersebut sesuai yang terdapat dalam buku teks siswa pada kolom rangkuman.
28) Pada kolom “Ayo Berlatih”,
a) Meminta peserta didik untuk mengerjakan bagian pilihan ganda dan uraian.
b) Meminta peserta didik untuk mengerjakan tugas yang ada pada poin c.
29) Peserta didik mempelajari materi akikah dan kurban tumbuhkan kepedulian umat dengan bimbingan dan arahan orangtua pada saat di rumah.Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 65
30) Pada setiap akhir pembelajaran guru memberikan nasihat kepada peserta didik agar mengambil hikmah dari materi yang dipelajari dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

USBN, Ujian Berstandar Nasional Pengganti UN

Muhadjir Effendi, Menggagas USBN, Ujian Pengganti UN
PELAJARZ.ID - Program baru tengah dicanangkan oleh kemdikbud Muhadjir Effendy, setelah beberapa waktu menjabat, banyak gebrakan - gebrakan yang dilakukan oleh beliau untuk merombak sistem pendidikan di Indonesia agar kelak sistem tersebut berjalan dengan baik, efisien, tepat dan sesuai kondisi masyarakat di Indonesia itu sendiri.

Jikalau UN selama ini hanya terfokus kepada mata pelajaran tertentu saja, kini beliau canangkan bahwa ujian yang berstandar nasional paling tidak mencakup semua mata pelajaran yang diajarkan. USBN memiliki sistem tersebut, untuk selanjutnya dapat di implementasikan secara nyata. Kabarnya sendiri, kemdikbud sudah mencapai 70 persen langkah berproses untuk mengimplementasikan program USBN sendiri.

 "Standar nasional sekarang belum optimal karena yang diujikan dalam UN hanya beberapa pelajaran. Dengan USBN maka akan dilakukan untuk semua pelajaran," sebutnya.

Pelaksanaan USBN sendiri menuju ke sistem desentralisasi, artinya keputusan dan kebijakan proses ada pada masing - masing daerah. Namun tetap, rencana tersebut akan di dukung melalui pusat, dengan memberikan soal - soal berstandar yang ada.

Tak sedikit pula yang kontra terhadap rencana yang hendak direalisasikan oleh kemdikbud, termasuk beberapa anggota komisi X DPR RI, menganggap bahwa merealisasikan ujian berstandar nasional untuk semua pelajaran memungkinkan siswa justru lebih merasa terbebani. Maka dari itu, komisi X DPR RI meminta kemdikbud untuk mengkaji ulang programnya.

Sunday, December 11, 2016

100+ Soal SBMPTN Program Saintek dan Soshum

 100+ Soal SBMPTN Program Saintek dan Soshum
PELAJARZ.ID - Berhubung ada waktu nganggur yang cukup banyak, disini admin bakal bagiin harta karun yang mungkin saja berguna bagi sobat yang tengah mempersiapkan diri belajar untuk menghadapi SBMPTN. (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri)

Oke sob, semisal dari sekian banyak website yang sobat kunjungin, tidak banyak yang menyediakan soal SBMTPTN versi lengkapnya, nah kali ini admin bakal bagiin versi yang lumayan lengkap. Didalam file arsip yang sudah admin upload, ada ratusan soal yang dapat sobat pelajari dan selesaikan. Soal - soal ini diambil dari sbmptn tahun sebelumnya yang dikoleksi oleh beberapa sumber. (Terima kasih untuk sumber yang menyediakan)

File Total : -
Isi Konten : Soal SBMPTN SAINTEK & SOSHUM
File Hosting : Google Drive
Bentuk File : RAR (Arsip)

Link Unduh : 100+_FILE_SOAL_SBMPTN.RAR

Bagaimana cara buka / pakai-nya ?
1. Pertama, ektrak dulu file yang berada di dalam RAR. Caranya ? Klik kanan File RARnya,klik pada tulisan ekstrak here...
2. Tunggu jalannya ekstrak
3. Jika sudah selesai silahkan buka file berformat PDF. Bagaimana caranya ? Kalo belum bisa, silahkan download aplikasi berikut ini : https://get.adobe.com/reader/ Lalu install dan buka kembali file berformat PDF tersebut.


Semoga Bermanfaat bagi Pelajar di seluruh Indonesia..
Jangan Lupa Bagikan Artikel ini ke Facebook , Twitter , Google+ dan Sosial Media Lainnya


Terima kasih dan BERKEMBANGLAH TERUS PELAJAR INDONESIA ! ^_^

Cara Mengunggah Foto yang Benar dalam SBMPTN

Cara Mengunggah Foto yang Benar dalam SBMPTN
Dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), maka para siswa yang mendaftar diharuskan untuk memasang foto data diri untuk identitas sebenarnya didalam masa pendaftaran (didalam website SBMPTN tentunya).

Foto yang diunggah harus memenuhi kriteria / persyaratan seperti berikut:


1. Foto close up berwarna dengan Wajah siswa terlihat jelas

2. Pakaian rapi

3. Rasio foto 4 banding 6 dengan ukuran minimum 400 (lebar) x 600(tinggi) pixel / px.

4. Format JPEG (.jpg)

5. Ukuran file tidak lebih dari 100 KB

6. Unggah pada menu pengunggahan foto di website SBMPTN.

Untuk ukuran yang benar mungkin bisa melihat foto kartu dibawah ini :

Cara Mengunggah Foto yang Benar dalam SBMPTN

Perbedaan Masa Pemerintahan Orde Baru dengan Masa Reformasi

Perbedaan Masa Pemerintahan Orde Baru dengan Masa Reformasi
Negara Indonesia kala dulu memang banyak mengalami perubahan masa pemerintahan, mulai dari presiden pertama Bung Karno yang fenomenal ke seluruh dunia, kemudian presiden kedua yang menjadi ikon topik masa lalu, Pak Soeharto yang pada masanya mengalami polemik kemajuan hingga krisis ekonomi, sampai masa peralihan kedua masa pemerintahan dari kedua presiden sebelum itu. Lalu berbagai polemik yang terjadi itulah yang menjadi faktor penyebab dirubahnya peraturan - peraturan sehingga menjadi ciri khas para pemimpin dalam menjalankan masa pemerintahan.

Ciri - Ciri perbedaan masa pemerintahan Orde Baru dan reformasi :

MASA ORDE BARU :

  1. Praktek KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) merajalela.
  2. Partai politik masih didominasi oleh partai Golongan Karya (Golkar).
  3. Masih dijalakannya dwifungsi ABRI.
  4. Dibatasinya suara, aspirasi, dan pendapat dari rakyat untuk pemerintah.
  5. Sistem pemerintahan dengan sistem sentralisasi (cenderung ke pusat).
  6. Masa pemerintahan untuk sekali pemilu sangat panjang, seperti contohnya pak Soeharto, menjabat selama 32 tahun.

MASA REFORMASI :

  1. Mulai diberantasnya tindak kasus KKN dalam pemerintahan, yang masih berlaku hingga saat ini.
  2. Kebebasan berpendapat sudah dipermudah, rakyat sudah dapat bebas menyalurkan aspirasi dan suara ke dalam pemerintahan.
  3. Sistem pemerintahan menjadi desentralisasi (berpusat ke masing - masing daerah / regional).
  4. Sistem pemilu menjadi lebih terkendali, masa jabatan presiden dalam pemerintahan maksimal 5 tahun dan untuk dua kali periode.
  5. Dihapusnya dwifungsi ABRI agar aparat dapat bekerja sesuai bidang masing - masing (TNI dan POLRI).
  6. Partai politik sudah tidak didominasi oleh satu partai, sudah merata.

Saturday, December 10, 2016

Klasifikasi Kementerian Negara Republik Indonesia

Klasifikasi Kementerian Negara Republik Indonesia

Kalian tentunya sudah  memahami bahwa setiap kementerian bertugas membidangi  urusan   tertentu  dalam  pemerintahan.  Dengan   demikian, jumlah kementerian negara  dibentuk  cukup  banyak. Hal ini dikarenakan urusan  pemerintahan pun  jumlahnya  sangat  banyak  dan  beragam.  Pasal
15 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor  39 Tahun 2008 tentang Kementerian  Negara  secara  tegas  menyatakan bahwa  jumlah  maksimal kementerian negara  yang dapat  dibentuk  adalah  34 kementerian negara. Berdasarkan Peraturan  Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi  Kementerian  Negara.  Kementerian  Negara  Republik Indonesia dapat  diklasifikasikan berdasarkan  urusan  pemerintahan yang ditanganinya.

a.  Kementerian yang menangani urusan pemerintahan yang nomenklatur/ nama  kementeriannya  secara  tegas  disebutkan   dalam  UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah sebagai berikut.
1) Kementerian Dalam Negeri
2) Kementerian Luar Negeri
3) Kementerian Pertahanan

b.  Kementerian    yang    mempunyai    tugas    penyelenggarakan   urusan tertentu dalam pemerintahan untuk membantu presiden  dalam menyelenggarakan pemerintahan  negara  dengan upaya  pencapaian tujuan kementerian sebagai bagian dari tujuan pembangunan nasional. Kementerian yang menangani urusan pemerintahan yang ruang lingkupnya disebutkan  dalam UUD Tahun 1945 adalah sebagai berikut.
1)    Kementerian Agama
2)    Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
3)    Kementerian Keuangan
4)    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
5)    Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
6)    Kementerian Kesehatan
7)    Kementerian Sosial
8)    Kementerian Ketenagakerjaan
9)    Kementerian Perindustrian
10)  Kementerian Perdagangan
11)  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
12)  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan  Rakyat



13)  Kementerian Perhubungan
14)  Kementerian Komunikasi dan Informatika
15)  Kementerian Pertanian
16)  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
17)  Kementerian Kelautan dan Perikanan
18)  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi
19)  Kementerian Agraria dan Tata Ruang

c.  Kementerian    yang   mempunyai    tugas    menyelenggarakan   urusan tertentu dalam pemerintahan untuk membantu presiden  dalam menyelenggarakan pemerintahan negara  serta menjalankan  fungsi perumusan   dan    penetapan   kebijakan   di   bidangnya,    koordinasi dan   sinkronisasi  pelaksanaan   kebijakan  di  bidangnya,   pengelolaan barang  milik/kekayaan negara  yang menjadi  tanggung jawabnya, dan pengawasan atas pelaksanaan tugas di bidangnya. Kementerian ini yang menangani urusan pemerintahan dalam rangka penajaman, koordinasi, dan sinkronisasi program pemerintah.
1) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional
2) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi
3) Kementerian Badan Usaha Milik Negara
4) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
5) Kementerian Pariwisata
6) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan  Anak
7) Kementerian Pemuda dan Olahraga
8) Kementerian Sekretariat Negara

Selain kementerian yang menangani urusan pemerintahan di atas, ada juga kementerian koordinator  yang bertugas melakukan  sinkronisasi dan koordinasi urusan kementerian-kementerian yang berada di dalam lingkup tugasnya. Kementerian koordinator, terdiri atas beberapa kementerian sebagai berikut.
1) Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. 
a)  Kementerian Dalam Negeri
b) Kementerian Hukum dan HAM



c)  Kementerian Luar Negeri 
d) Kementerian Pertahanan
e)  Kementerian Komunikasi dan Informatika
f )  Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi

2) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. 
a)  Kementerian Keuangan
b) Kementerian Ketenagakerjaan 
c)  Kementerian Perindustrian
d) Kementerian Perdagangan
e)  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan  Rakyat
 f )  Kementerian Pertanian
g) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
h) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional 
i)  Kementerian Badan Usaha Milik Negara
j)  Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah

3) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan
Kebudayaan.
a)  Kementerian Agama;
b) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
c)  Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi;
d) Kementerian Kesehatan;
e)  Kementerian Sosial;
f )  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi;
g) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan  Anak;
dan
h) Kementerian Pemuda dan Olahraga.

4) Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.
a)  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral 
b) Kementerian Perhubungan
c)  Kementerian Kelautan dan Perikanan 
d) Kementerian Pariwisata