Sunday, December 11, 2016

100+ Soal SBMPTN Program Saintek dan Soshum

 100+ Soal SBMPTN Program Saintek dan Soshum
PELAJARZ.ID - Berhubung ada waktu nganggur yang cukup banyak, disini admin bakal bagiin harta karun yang mungkin saja berguna bagi sobat yang tengah mempersiapkan diri belajar untuk menghadapi SBMPTN. (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri)

Oke sob, semisal dari sekian banyak website yang sobat kunjungin, tidak banyak yang menyediakan soal SBMTPTN versi lengkapnya, nah kali ini admin bakal bagiin versi yang lumayan lengkap. Didalam file arsip yang sudah admin upload, ada ratusan soal yang dapat sobat pelajari dan selesaikan. Soal - soal ini diambil dari sbmptn tahun sebelumnya yang dikoleksi oleh beberapa sumber. (Terima kasih untuk sumber yang menyediakan)

File Total : -
Isi Konten : Soal SBMPTN SAINTEK & SOSHUM
File Hosting : Google Drive
Bentuk File : RAR (Arsip)

Link Unduh : 100+_FILE_SOAL_SBMPTN.RAR

Bagaimana cara buka / pakai-nya ?
1. Pertama, ektrak dulu file yang berada di dalam RAR. Caranya ? Klik kanan File RARnya,klik pada tulisan ekstrak here...
2. Tunggu jalannya ekstrak
3. Jika sudah selesai silahkan buka file berformat PDF. Bagaimana caranya ? Kalo belum bisa, silahkan download aplikasi berikut ini : https://get.adobe.com/reader/ Lalu install dan buka kembali file berformat PDF tersebut.


Semoga Bermanfaat bagi Pelajar di seluruh Indonesia..
Jangan Lupa Bagikan Artikel ini ke Facebook , Twitter , Google+ dan Sosial Media Lainnya


Terima kasih dan BERKEMBANGLAH TERUS PELAJAR INDONESIA ! ^_^

Cara Mengunggah Foto yang Benar dalam SBMPTN

Cara Mengunggah Foto yang Benar dalam SBMPTN
Dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), maka para siswa yang mendaftar diharuskan untuk memasang foto data diri untuk identitas sebenarnya didalam masa pendaftaran (didalam website SBMPTN tentunya).

Foto yang diunggah harus memenuhi kriteria / persyaratan seperti berikut:


1. Foto close up berwarna dengan Wajah siswa terlihat jelas

2. Pakaian rapi

3. Rasio foto 4 banding 6 dengan ukuran minimum 400 (lebar) x 600(tinggi) pixel / px.

4. Format JPEG (.jpg)

5. Ukuran file tidak lebih dari 100 KB

6. Unggah pada menu pengunggahan foto di website SBMPTN.

Untuk ukuran yang benar mungkin bisa melihat foto kartu dibawah ini :

Cara Mengunggah Foto yang Benar dalam SBMPTN

Perbedaan Masa Pemerintahan Orde Baru dengan Masa Reformasi

Perbedaan Masa Pemerintahan Orde Baru dengan Masa Reformasi
Negara Indonesia kala dulu memang banyak mengalami perubahan masa pemerintahan, mulai dari presiden pertama Bung Karno yang fenomenal ke seluruh dunia, kemudian presiden kedua yang menjadi ikon topik masa lalu, Pak Soeharto yang pada masanya mengalami polemik kemajuan hingga krisis ekonomi, sampai masa peralihan kedua masa pemerintahan dari kedua presiden sebelum itu. Lalu berbagai polemik yang terjadi itulah yang menjadi faktor penyebab dirubahnya peraturan - peraturan sehingga menjadi ciri khas para pemimpin dalam menjalankan masa pemerintahan.

Ciri - Ciri perbedaan masa pemerintahan Orde Baru dan reformasi :

MASA ORDE BARU :

  1. Praktek KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) merajalela.
  2. Partai politik masih didominasi oleh partai Golongan Karya (Golkar).
  3. Masih dijalakannya dwifungsi ABRI.
  4. Dibatasinya suara, aspirasi, dan pendapat dari rakyat untuk pemerintah.
  5. Sistem pemerintahan dengan sistem sentralisasi (cenderung ke pusat).
  6. Masa pemerintahan untuk sekali pemilu sangat panjang, seperti contohnya pak Soeharto, menjabat selama 32 tahun.

MASA REFORMASI :

  1. Mulai diberantasnya tindak kasus KKN dalam pemerintahan, yang masih berlaku hingga saat ini.
  2. Kebebasan berpendapat sudah dipermudah, rakyat sudah dapat bebas menyalurkan aspirasi dan suara ke dalam pemerintahan.
  3. Sistem pemerintahan menjadi desentralisasi (berpusat ke masing - masing daerah / regional).
  4. Sistem pemilu menjadi lebih terkendali, masa jabatan presiden dalam pemerintahan maksimal 5 tahun dan untuk dua kali periode.
  5. Dihapusnya dwifungsi ABRI agar aparat dapat bekerja sesuai bidang masing - masing (TNI dan POLRI).
  6. Partai politik sudah tidak didominasi oleh satu partai, sudah merata.

Saturday, December 10, 2016

Klasifikasi Kementerian Negara Republik Indonesia

Klasifikasi Kementerian Negara Republik Indonesia

Kalian tentunya sudah  memahami bahwa setiap kementerian bertugas membidangi  urusan   tertentu  dalam  pemerintahan.  Dengan   demikian, jumlah kementerian negara  dibentuk  cukup  banyak. Hal ini dikarenakan urusan  pemerintahan pun  jumlahnya  sangat  banyak  dan  beragam.  Pasal
15 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor  39 Tahun 2008 tentang Kementerian  Negara  secara  tegas  menyatakan bahwa  jumlah  maksimal kementerian negara  yang dapat  dibentuk  adalah  34 kementerian negara. Berdasarkan Peraturan  Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi  Kementerian  Negara.  Kementerian  Negara  Republik Indonesia dapat  diklasifikasikan berdasarkan  urusan  pemerintahan yang ditanganinya.

a.  Kementerian yang menangani urusan pemerintahan yang nomenklatur/ nama  kementeriannya  secara  tegas  disebutkan   dalam  UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah sebagai berikut.
1) Kementerian Dalam Negeri
2) Kementerian Luar Negeri
3) Kementerian Pertahanan

b.  Kementerian    yang    mempunyai    tugas    penyelenggarakan   urusan tertentu dalam pemerintahan untuk membantu presiden  dalam menyelenggarakan pemerintahan  negara  dengan upaya  pencapaian tujuan kementerian sebagai bagian dari tujuan pembangunan nasional. Kementerian yang menangani urusan pemerintahan yang ruang lingkupnya disebutkan  dalam UUD Tahun 1945 adalah sebagai berikut.
1)    Kementerian Agama
2)    Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
3)    Kementerian Keuangan
4)    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
5)    Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
6)    Kementerian Kesehatan
7)    Kementerian Sosial
8)    Kementerian Ketenagakerjaan
9)    Kementerian Perindustrian
10)  Kementerian Perdagangan
11)  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
12)  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan  Rakyat



13)  Kementerian Perhubungan
14)  Kementerian Komunikasi dan Informatika
15)  Kementerian Pertanian
16)  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
17)  Kementerian Kelautan dan Perikanan
18)  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi
19)  Kementerian Agraria dan Tata Ruang

c.  Kementerian    yang   mempunyai    tugas    menyelenggarakan   urusan tertentu dalam pemerintahan untuk membantu presiden  dalam menyelenggarakan pemerintahan negara  serta menjalankan  fungsi perumusan   dan    penetapan   kebijakan   di   bidangnya,    koordinasi dan   sinkronisasi  pelaksanaan   kebijakan  di  bidangnya,   pengelolaan barang  milik/kekayaan negara  yang menjadi  tanggung jawabnya, dan pengawasan atas pelaksanaan tugas di bidangnya. Kementerian ini yang menangani urusan pemerintahan dalam rangka penajaman, koordinasi, dan sinkronisasi program pemerintah.
1) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional
2) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi
3) Kementerian Badan Usaha Milik Negara
4) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
5) Kementerian Pariwisata
6) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan  Anak
7) Kementerian Pemuda dan Olahraga
8) Kementerian Sekretariat Negara

Selain kementerian yang menangani urusan pemerintahan di atas, ada juga kementerian koordinator  yang bertugas melakukan  sinkronisasi dan koordinasi urusan kementerian-kementerian yang berada di dalam lingkup tugasnya. Kementerian koordinator, terdiri atas beberapa kementerian sebagai berikut.
1) Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. 
a)  Kementerian Dalam Negeri
b) Kementerian Hukum dan HAM



c)  Kementerian Luar Negeri 
d) Kementerian Pertahanan
e)  Kementerian Komunikasi dan Informatika
f )  Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi

2) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. 
a)  Kementerian Keuangan
b) Kementerian Ketenagakerjaan 
c)  Kementerian Perindustrian
d) Kementerian Perdagangan
e)  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan  Rakyat
 f )  Kementerian Pertanian
g) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
h) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional 
i)  Kementerian Badan Usaha Milik Negara
j)  Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah

3) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan
Kebudayaan.
a)  Kementerian Agama;
b) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
c)  Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi;
d) Kementerian Kesehatan;
e)  Kementerian Sosial;
f )  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi;
g) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan  Anak;
dan
h) Kementerian Pemuda dan Olahraga.

4) Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.
a)  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral 
b) Kementerian Perhubungan
c)  Kementerian Kelautan dan Perikanan 
d) Kementerian Pariwisata

Saturday, November 12, 2016

Apresiasi Karya Seni Rupa Dua Dimensi

Apresiasi Karya Seni  Rupa Dua Dimensi (Seni Budaya Kelas XII)

Di kelas X dan XI kamu sudah mempelajari berbagai jenis karya seni rupa dua dimensi. Karya-karya tersebut ada yang memiliki fungsi pakai dan ada yang memiliki fungsi hias saja. Masih ingatkah kamu perbedaan karya seni rupa terapan dan seni rupa murni? Cobalah perhatikan benda-benda disekitar kamu, dapatkah kamu menemukan dan membedakan jenis karya seni rupa terapan dan karya seni rupa murni?
Amatilah gambar-gambar di bawah ini

 

  1. Dapatkah kamu mengidentifikasi bahan yang digunakan pada karya seni 
    rupa dua dimensi tersebut?
  2. Dapatkah kamu mengidentifikasi teknik yang digunakan pada karya seni 
    rupa dua dimensi tersebut?
  3. Dapatkah kamu mengidentifikasi medium yang digunakan pada karya seni 
    rupa dua dimensi tersebut?
  4. Dapatkah kamu menunjukkan unsur-unsur rupa yang terdapat pada karya 
    seni rupa dua dimensi tersebut?
  5. Objek apa saja yang terdapat pada karya seni rupa dua dimensi tersebut?
  6. Bagaimanakah penataan unsur-unsu rrupa pada karya seni rupa dua dimensi 
    tersebut?
  7. Manakah karya seni rupa dua dimensi yang memiliki fungsi sebagai 
    bendapakai?
  8. Manakah karya seni rupa dua dimensi yang paling menarik menurut kamu? Kemudian jelaskan alasan ketertarikan kamu! 

  1. Ragam Jenis Karya Seni Rupa Dua Dimensi

Kamu sudah tahu bahwa karya seni rupa dua dimensi memiliki banyak ragam dan jenisnya. Berdasarkan bahannya kita mengenal karya seni kriya kulit, kriya logam, kriya kayu, dan sebagainya. Adapun pengkategorian berdasarkan tekniknya, kita mengenal jenis karya seni batik, seni ukir, seni pahat, kriya anyam dan sebagainya. Pengkategorian jenis karya seni rupa berdasarkan waktu perkembangannya, kita dapat mengelompokkan ke dalam karya seni rupa pra sejarah, tradisional, klasik, modern, pos modern, kontemporer dan sebagainya. Pengkategorian karya ini sangat kita perlukan terutama dalam kegiatan kritik dan apresiasi.

Selain berdasarkan bahan, teknik dan waktu, karya seni rupa dapat dikategorikan juga berdasarkan fungsi atau tujuan pembuatannya. Melalui pengkategorian berdasarkan fungsi ini kita mengenal karya seni rupa terapan dan seni rupa murni untuk membedakan kegunaan praktis dari karya seni rupa tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan (fungsi) khusus kita dapat mengkategorikan karya seni rupa yang memiliki fungsi sosial, ekspresi, pendidikan, keagamaan dan sebagainya.
8 Kelas XII SMA/ MA/ SMK/ MAK Semester 1

Setelah kamu mempelajari tentang jenis karya seni rupa, cobalah menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini!

  1. Ada berapa jenis karya seni rupa?
  2. Bagaimana kamu membedakan karya seni rupa berdasarkan dimensinya?
  3. Bagaimana kamu membedakan karya seni rupa berdasarkan bahannya?
  4. Bagaimana kamu membedakan karya seni rupa berdasarkan tekniknya?
  5. Bagaimana kamu membedakan karya seni rupa berdasarkan waktunya?
  6. Bagaimana kamu membedakan karya seni rupa berdasarkan fungsinya?
Pengertian Seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi



Tags :

    Ragam Jenis Karya Seni Rupa Dua Dimensi
    Apresiasi Karya Seni Rupa Unsur, Objek, dan Simbol
    Dua Dimensi Karya Seni Rupa Dua
    Dimensi
    Medium (alat, bahan dan teknik) Berkarya Seni
    Membuat Karya Seni Rupa Dua Dimensi

    Setelah mempelajari Bab 1 ini kamu diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni rupa sebagai berikut:


    1. Mengidentifikasi jenis, simbol, fungsi, dan nilai estetis dalam karya seni 
      rupa dua dimensi.
    1. Mengidentifikasi bahan, media, dan teknik dalam proses berkarya seni 
      rupa dua dimensi.
    2. Membandingkan jenis, simbol, fungsi, dan nilai estetis teknik dalam 
      karya seni rupa dua dimensi.
    3. Membandingkan bahan, media, dan teknik dalam proses berkarya seni 
      rupa dua dimensi.
    4. Memilih bahan, media, jenis, simbol, fungsi, nilai estetis dan teknik 
      dalam proses berkarya seni rupa dua dimensi.
    5. Membuat karya seni rupa dua dimensi.

    Semoga Bermanfaat bagi Para Generasi Muda di seluruh Indonesia..
    Jangan Lupa Bagikan Artikel ini ke Facebook , Twitter , Google+ dan Sosial Media Lainnya


    Terima kasih dan BERKEMBANGLAH TERUS GENERASI MUDA INDONESIA ! ^_^
    Pendidikan Agama Islam Kelas XII & Daftar Materinya

    Pendidikan Agama Islam Kelas XII & Daftar Materinya

    Misi utama pengutusan Nabi Muhammad saw. adalah untuk menyempurnakan keluhuran akhlak. Sejalan dengan itu, dijelaskan dalam al-Qur’an bahwa Beliau diutus hanyalah untuk menebarkan kasih sayang kepada semesta alam. Dalam struktur ajaran Islam, pendidikan akhlak adalah yang terpenting. Penguatan akidah adalah dasar. Sementara, ibadah adalah sarana, sedangkan tujuan akhirnya adalah pengembangan akhlak mulia. Nabi Muhammad saw. bersabda, “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya”. *1 Nabi Muhammad saw. juga bersabda, “Orang yang paling baik Islamnya adalah yang paling baik akhlaknya” *2 Dengan kata lain, hanya akhlak mulia yang dipenuhi dengan sifat kasih sayang sajalah yang dapat menjadi bukti kekuatan akidah dan kebaikan ibadah.

    Oleh karena itu, pelajaran Agama Islam diorientasikan kepada akhlak yang mulia dan diorientasikan kepada pembentukan anak didik yang penuh kasih sayang. Bukan hanya penuh kasih sayang kepada sesama muslim, melainkan kepada semua manusia, bahkan kepada segenap unsur alam semesta. Hal ini selaras dengan Kurikulum 2013 yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi yang utuh antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Siswa tidak hanya diharapkan bertambah pengetahuan dan wawasannya, tetapi meningkat juga kecakapan dan keterampilannya serta semakin mulia karakter dan kepribadiannya. 
    Buku Pelajaran Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XII ini ditulis dengan semangat itu. Pembelajarannya dibagi-bagi dalam kegiatan-kegiatan keagamaan yang harus dilakukan siswa dalam usaha memahami pengetahuan agamanya. Akan tetapi, tidak berhenti dengan pengetahuan agama sebagai hasil akhir. Pemahaman tersebut harus diaktualisasikan dalam tindakan nyata dan sikap keseharian yang sesuai dengan tuntunan agamanya, baik dalam bentuk ibadah ritual maupun ibadah sosial. Untuk itu, sebagai buku agama yang mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi, rencana pembelajarannya dinyatakan dalam bentuk aktivitas-aktivitas. Urutan pembelajaran dirancang dalam kegiatan- kegiatan keagamaan yang harus dilakukan siswa. Dengan demikian, materi buku ini bukan untuk dibaca, didengar, ataupun dihafal baik oleh siswa maupun guru, melainkan untuk menuntun apa yang harus dilakukan siswa bersama guru dan teman-teman sekelasnya dalam memahami dan menjalankan ajaran agamanya.

    Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diajak berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan- kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.
    Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.


    Sebagai edisi pertama, buku ini sangat terbuka terhadap masukan dan akan terus diperbaiki dan disempurnakan. Untuk itu, kami mengundang para pembaca untuk memberikan kritik, saran dan masukan guna perbaikan dan penyempurnaan edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih. Mudah- mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045). 


    Jakarta, Januari 2015 
    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 

    Daftar Materi PAI Kelas XII antara lain adalah :


    Kata P engantar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Daftar Isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Pendahuluan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .iii v 
    1
    P etunjuk Penggunaan Buku . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .2
    K omp et ensi I n ti dan Kompetensi Dasar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .4
    P emetaan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar . . . . . . . . . . . . . . . .7
    S emangat B eribadah dengan Meyakini Hari Akhir . . . . .9
    1. Kompetensi Inti (KI) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .9
    2. Kompetensi Dasar (KD) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .9
    3. Tujuan Pembelajaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .9
    4. Pengembangan Materi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .10
    5. Proses Pembelajaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .10
    6. Penilaian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .18
    7. Pengayaan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .30
    8. Remedial . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .30
    9. Interaksi Guru dengan Orangtua . . . . . . . . . . . . . . . . . . .30
    M e y akini kepada Qa«±' dan Qadar Melahirkan 
    S emangat B ekerja . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
    31
    1. Kompetensi Inti (KI) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .31
    2. Kompetensi Dasar (KD) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .31
    3. Tujuan Pembelajaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .31
    4. Pengembangan Materi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .32
    5. Proses Pembelajaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .32
    6. Penilaian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .47
    7. Pengayaan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .58
    8. Remedial . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .58
    9. Interaksi Guru dengan Orangtua . . . . . . . . . . . . . . . . . . .59
    Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti v


    M enghidupkan Nurani dengan Berpikir Kritis . . . . . . . . .60
    1. Kompetensi Inti (KI) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .60
    2. Kompetensi Dasar (KD) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .60
    3. Tujuan Pembelajaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .60
    4. Pengembangan Materi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .61
    5. Proses Pembelajaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .61
    6. Penilaian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .74
    7. Pengayaan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .83
    8. Remedial . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .84
    9. Interaksi Guru dengan Orangtua . . . . . . . . . . . . . . . . . . .84
    B ersatu dengan Keberagaman dan Demokrasi . . . . . . . . .85
    1. Kompetensi Inti (KI) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .85
    2. Kompetensi Dasar (KD) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .85
    3. Tujuan Pembelajaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .85
    4. Pengembangan Materi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .86
    5. Proses Pembelajaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .86
    6. Penilaian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .101
    7. Pengayaan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .110
    8. Remedial . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .111
    9. Interaksi Guru dengan Orangtua . . . . . . . . . . . . . . . . . . .111
    C erahk an Nurani dengan Saling Menasehati . . . . . . . . . . .112
    1. Kompetensi Inti (KI) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .112
    2. Kompetensi Dasar (KD) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .112
    3. Tujuan Pembelajaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .113
    4. Pengembangan Materi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .113
    5. Proses Pembelajaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .113
    6. Penilaian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .125
    7. Pengayaan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .135
    8. Remedial . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .136
    9. Interaksi Guru dengan Orangtua . . . . . . . . . . . . . . . . . . .136
    Text Box: Bab 5 Text Box: Bab 4 Text Box: Bab 3 vi Kelas XII SMA/SMK/MA

    M eraih Kasih Allah dengan I¥s±n . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .137
    1. Kompetensi Inti (KI) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .137
    2. Kompetensi Dasar (KD) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .137
    3. Tujuan Pembelajaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .137
    4. Pengembangan Materi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .138
    5. Proses Pembelajaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .138
    6. Penilaian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .157
    7. Pengayaan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .166
    8. Remedial . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .166
    9. Interaksi Guru dengan Orangtua . . . . . . . . . . . . . . . . . . .166
    I ndahn y a M embangun Mahligai Rumah Tangga . . . . . . .167
    1. Kompetensi Inti (KI) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .167
    2. Kompetensi Dasar (KD) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .167
    3. Tujuan Pembelajaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .167
    4. Pengembangan Materi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .168
    5. Proses Pembelajaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .168
    6. Penilaian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .202
    7. Pengayaan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .212
    8. Remedial . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .212
    9. Interaksi Guru dengan Orangtua . . . . . . . . . . . . . . . . . . .212
    M eraih Berkah dengan Maw±ris . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .213
    1. Kompetensi Inti (KI) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .213
    2. Kompetensi Dasar (KD) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .213
    3. Tujuan Pembelajaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .213
    4. Pengembangan Materi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .213
    5. Proses Pembelajaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .214
    6. Penilaian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .233
    7. Pengayaan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .241
    8. Remedial . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .241
    9. Interaksi Guru dengan Orangtua . . . . . . . . . . . . . . . . . . .242
    Text Box: Bab 8 Text Box: Bab 7 Text Box: Bab 6 Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti vii

    Text Box: Bab 9 Text Box: Bab 10      

    R ahma t I slam B agi Nusantara243
    1. Kompetensi Inti (KI) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .243
    2. Kompetensi Dasar (KD) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .243
    3. Tujuan Pembelajaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .243
    4. Pengembangan Materi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .243
    5. Proses Pembelajaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .244
    6. Penilaian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .265
    7. Pengayaan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .272
    8. Remedial . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .273
    9. Interaksi Guru dengan Orangtua . . . . . . . . . . . . . . . . . . .273
    R ahma t I slam bagi Alam Semesta . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .274
    1. Kompetensi Inti (KI). . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .274
    2. Kompetensi Dasar (KD). . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .274
    3. Tujuan Pembelajaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .274
    4. Pengembangan Materi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .275
    5. Proses Pembelajaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .275
    6. Penilaian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .301
    7. Pengayaan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .312
    8. Remedial . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .312
    9. Interaksi Guru dengan Orangtua . . . . . . . . . . . . . . . . . . .312
    P enutup . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .313
    Daftar Pustaka . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .314
    G losarium . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .